Stres Berdampak Pada Kulit

Saat terjadi gangguan emosi, darah akan mengalir ke bagian tubuh yang dianggap penting untuk merespon tekanan. Pada saat itu juga, darah ditarik dari bagian tubuh yang dianggap tidak penting, salah satunya kulit, seperti yang dikutip dari carefair.

Masalah kemudian timbul karena kulit merupakan bagian yang besar dan merupakan bagian yang sensitif. Saat seseorang mengalami stres, kulit terus menerus kekurangan darah dan oksigen. Hal inilah yang menyebabkan kulit tampak kusam.


Selain mengubah penampilan alami kulit, stres yang terus-menerus dapat meningkatkan sekresi kortison yang menekan sistem kekebalan tubuh. Saat pertahanan kulit menurun, maka kulit menjadi sangat rentan terhadap iritasi dan polusi dari luar.

Stres juga bisa menghambat metabolisme tubuh. Makanan yang dikonsumsi akan dicerna dengan tidak sempurna sehingga tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh saja, tetapi juga kesehatan kulit.

Stres dapat melepaskan bahan kimia dalam tubuh yang merangsang kelenjar sebaceous. Sebum yang berlebih ini akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Hal inilah yang membuat orang yang berada di bawah tekanan akan dengan mudah berjerawat.