Infeksi Saluran Pencernaan Hantui Korban Bencana

Bencana alam yang tengah melanda Indonesia meninggalkan kesedihan mendalam, juga kerusakan. Banjir bandang Wasior di Papua Barat, tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, dan meletusnya Gunung Merapi, Yogyakarta, memberikan dampak pada kesehatan pengungsi yang tinggal di daerah sekitar bencana.

Tak hanya dari segi psikologis, diulik dari sisi kesehatan pun akan muncul beragam penyakit yang berisiko menjangkiti para pengungsi. Apa saja penyakit pascabencana yang umum ditemui?


“Terutama karena materi-materi Merapi, ada yang luka bakar, patah tulang, abu vulkanik. Kemudian di pengungsian, akan timbul masalah infeksi. Infeksi biasanya timbul seminggu setelah terjadi gempa. Kita tahu, di tempat pengungsian ada kekurangan suplai air bersih yang baik, MCK (mandi, cuci, kakus)-nya, kemudian kondisi pasien yang lemah, kurang tidur, dan pikirannya tegang, ini semuanya bersinergi,” jelas Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin), Prof Dr. Djoko Widodo, DTM&H, SpPD-KPTI kepada okezone usai menandatangani kerjasama antara Bayer dan Perdalin di Hotel Intercontinental Jakarta MidPlaza, Kamis (11/11/2010)..

Dipaparkan Dr. Djoko lebih lanjut, penyakit infeksi yang paling sering ditemukan adalah infeksi saluran napas dan infeksi saluran cerna.

“Infeksi saluran napas sama infeksi saluran cerna, itu akan muncul. Demam tifoid bisa timbul, karena kita tahu di situ MCK-nya tidak baik, kotorannya tidak terbuang dengan baik, sabun pun kurang, kemudian ada lalat karena makanan. Penyakit infeksi akan timbul pascabencana, khususnya di kerumunan orang banyak, baik kontak langsung maupun tidak langsung,” ujar Dr. Djoko.

Lantas, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan bagi korban bencana guna membantu menurunkan risiko terjangkit penyakit infeksi?

“Yang pasti sanitasi yang baik, kemudian MCK yang bagus, air bersih, dan semua makanan dan minuman harus dijaga dengan baik. Lalu, cuci tangan dengan sabun; sesudah ke toilet, dan sebelum makan, pastinya,” tutup Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut..