Gigi Terawat,, Jantung Sehat

Wanita yang mendapatkan perawatan gigi rutin lebih kecil kemungkinan menderita penyakit jantung sekira 33 persen daripada mereka yang tidak mendapatkan perawatan rutin. Demikian menurut temuan baru.

Studi yang mengkaji catatan medis sekira 7.000 orang berusia 44-88 tahun ini tidak membuktikan bahwa perawatan gigi secara langsung mampu meningkatkan kesehatan jantung wanita dengan menurunkan risiko kondisi serangan jantung dan stroke.


Pria vs wanita

Namun, perawatan gigi rutin tidak memberikan manfaat yang sama bagi pria dalam hal penyakit jantung.

"Kami kira temuan mencerminkan perbedaan cara pria dan wanita dalam mengembangkan penyakit kardiovaskuler,"

Di sisi lain, Dr Maria Emanuel Ryan, profesor biologi dan patologi Stony Brook University di Stony Brook, New York mengatakan bahwa dirinya telah melihat tanda-tanda hubungan antara perawatan gigi dan penyakit jantung selama menjalani praktik.

"Penemuan tersebut menegaskan beberapa temuan yang dilakukan perusahaan asuransi, yang menyatakan bahwa biaya medis untuk perawatan jantung dan diabetes berkurang pada pasien yang rutin berkunjung ke dokter gigi,"

Memang, ditegaskan Dr Maria, terdapat hubungan antara kesehatan gigi—khususnya penyakit gusi—terhadap penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis menyebabkan penyakit jantung.

"Penyakit gusi adalah kondisi peradangan kronis yang paling umum di seluruh dunia. Sayangnya, periodontitis atau penyakit gusi sering kali merupakan silent disease yang tidak terdeteksi dan tidak diobati,"

Selain perawatan gigi, hormon estrogen pun ditengarai memberi manfaat bagi kesehatan jantung wanita.

"Studi lain sempat menunjukkan bahwa estrogen memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung karena membantu mencegah perkembangan aterosklerosis (pembekuan darah). Karenanya, keluhan ini tidak sampai menganggu menopause wanita pada usia sekira 50-55 tahun. Keluhan justru mulai menyerang pria,"

Para peneliti membuat kesimpulan setelah mengkaji data dan menyesuaikannya dengan kondis pasien dalam hal kelebihan berat badan, penggunaan alkohol, dan tembakau.