Buah Delima Baik untuk Ginjal

Mengkonsumsi jus buah delima secara rutin terbukti menurunkan risiko terjadinya infeksi lanjutan bagi penderita gangguan ginjal. Selain ginjal, kandungan antioksidan dalam jus ini juga baik bagi kesehatan jantung.

Kabar yang menyebutkan bahwa jus buah delima dapat menyehatkan ginjal Anda sepertinya benar adanya. Penelitian terbaru yang dilakukan di Israel menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat membantu pasien yang memiliki masalah ginjal untuk mencegah komplikasi lanjutan, terutama yang sedang menjalani cuci darah.


Tidak hanya baik bagi ginjal, buah delima yang kaya antioksidan tersebut ternyata juga baik bagi kesehatan jantung. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bukti bahwa pasien yang meminum beberapa gelas jus berasa asam tersebut setiap minggunya, dapat menurunkan risiko infeksi, pembunuh nomor dua dari sekitar 350.000 pasien cuci darah.

Penemuan ini akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Nephrology di Denver, Amerika Serikat –atau biasa disebut Renal Week– dan bakal diperiksa oleh para ahli independen. “Ini studi yang sangat menarik,” jelas Dr Frank Brosius, yang memimpin divisi nefrologi di University of Michigan Health System, Amerika Serikat, dan tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Saya sebenarnya tidak tahu lagi apa yang terjadi berikutnya yang memiliki dampak signifikan,”

Dia mengingatkan bahwa pada saat yang sama kesimpulan studi perlu disosialisasikan dengan baik ke pusat-pusat pendidikan dan pembelajaran lainnya.

Hasil studi sepertinya mendukung iklan produk jus buah delima di Amerika Serikat oleh POM Wonderful, yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit jantung, kanker prostat, hingga disfungsi ereksi. Para peneliti Israel yang dipimpin oleh Dr Batya Kristal dari Western Galilea Hospital di Nahariya, Israel, tidak menggunakan jus buah delima dari POM, tetapi sebuah merek yang dijual oleh Naturafood. Dalam tes laboratorium, Kristal mengungkapkan, produk tersebut masuk peringkat tertinggi kandungan dari antioksidan polifenol, yang dapat mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Antioksidan tersebut dapat juga ditemukan dalam tipe yang berbeda pada buah-buahan dan sayuran lain, seperti blueberry atau brokoli.

“Jus buah delima terbukti dalam penelitian tiga tahun terakhir ini memiliki kandungan tertinggi polyphenol, di antara beragam produk lainnya,” kata Kristal. “Bahkan, jauh lebih tinggi dari anggur merah misalnya,” 

Para peneliti menduga, diet kaya antioksidan dapat membantu menyembuhkan pasien dengan gagal ginjal karena tingkat radikal bebas dalam darah meningkat sejalan dengan peredaran darah yang lancar saat proses cuci darah. Hal itu, pada gilirannya dapat mengobati peradangan di jaringan tubuh mereka.

Studi ini sendiri didanai oleh Departemen Kesehatan Israel. Sekitar 101 pasien secara acak mengikuti studi dengan mengonsumsi racikan jus buah delima dan ada yang tidak. Setelah minum sekitar setengah cangkir sebanyak tiga kali seminggu selama lebih dari setahun, mereka yang minum benar mengalami molekul inflamasi dalam darah mereka.
Mereka juga semakin jarang berobat ke rumah sakit.

“Kami menemukan penurunan yang signifikan pada pasien rawat inap karena infeksi, dengan penurunan lebih dari 40 persen pada pasien rawat inap untuk yang pertama kalinya dan 80 persen yang kedua,”

Menurut temuan studi ini, di antara 50 pasien yang minum jus buah delima untuk satu tahun, sekitar dua orang harus pergi ke rumah sakit setidaknya dua kali. Sebagai perbandingan, jumlah yang pergi ke rumah sakit pada pasien yang tidak minum jus buah delima hampir 11 orang.

Para peneliti mengatakan, mereka tidak tahu apakah hasil ini akan ditindaklanjuti pada merek jus yang lain atau tidak.

Mereka juga menyarankan agar meracik sendiri jus buah Anda di rumah. Sebuah botol 16-oz jus buah delima mereka POM Wonderful sendiri dijual seharga sekitar USD4 di Amerika Serikat (AS). Kristal menuturkan, timnya tidak menemukan adanya efek samping, tetapi pasien ginjal harus sadar bahwa kandungan kalium yang tinggi dalam jus, mengingat keseimbangan nutrisi dalam darah mereka. Peneliti juga meminta pasien berkomunikasi secara intensif dengan dokter mereka jika mereka ingin rutin mengonsumsinya.

Brosius sendiri cukup skeptis dengan manfaat jus buah delima ini, meskipun dia tidak mengatakan bahwa jus itu mengandung bahaya. 

“Saya lebih suka melihat temuan ini divalidasi kembali di pusat-pusat studi lain sebelum diekspos dan mengatakan kalau hal inilah yang harus dilakukan,”

Bahkan, jika bukti soal ini sudah ada, lanjut dia, masih belum jelas apa saja catatan-catatan tentang kandungan jus buah delima. “Siapa yang tahu sebenarnya apa saja bahan yang terkandung di dalamnya?” ujar Brosius. Marion Nestle, seorang ahli gizi di New York University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa dampak mengonsumsi jus delima jus mungkin tidak unik.

Penelitian ini tidak menunjukkan sesuatu yang istimewa tentang jus buah delima. Dampak jus buah delima hanya dibandingkan dengan plasebo (jus buah semu), bukan untuk jenis jus dari buah lain yang mungkin memiliki efek yang sama,” tambah Nestle.